KRONOLOGIS KEJADIAN
Pada hari kamis 30 Mei 2024 Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau melaporkan terjadi outbreak malaria dengan temukan 28 kasus di Kota Tanjungpinang. Tim Turun dari tenaga Surveilans, Entomolog dan Analis Kesehatan. Sebelum turun ke lapangan tim berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Kepri , Dinkes Kota Tanjung Pinang Dan Puskesmas Kampung Bugis.
Lap Kasus Harian Konfirmasi Kasus Malaria di Puskesmas Kampung Bugis Kota sampai 3 Juni 2024 Tanjungpinang Provinsi Kepri
HASIL KEGIATAN
Waktu dan Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 02 Juni 2024. lokasi penyelidikan epidemiologi malaria dilakukan di RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 02 Kel Kampung Bugis, Kec.Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang Propinsi Kepulauan Riau.
Kampung Bugis merupakan daerah pinggir pantai yang terdiri dari 6 RW, kasus malaria terjadi di tiga Rw saja RW01 RT01, RW02 RT 01 dan Rw 03 yang luasnya + 79.644 m2 yang kelilingnya (perimeter)1,42 Km
Gambar wilyah RW 01 dan RW 02 yang Terdampak
Survei Kontak
Pada tanggal 31 Mei 2024, Tim Labkemas Batam, Dinas Kesehatan Kota Tanjung Pinang dan tim Puskesmas Kampung Bugis berkoordinasi dengan RW/RT untuk melakukan penyelidikan Epidemiologi dan melakukan survei kontak dengan mengambil sediaan darah yang kontak serumah, tetangga dan yang demam atau bergejala disekitar rumah pasien sebayak 16 sampel dengan pemeriksaan RDT dan mikroskopis.
Pelaksaaan Survei Kontak di Kelurahan kp. Bugis
Hasil Pengamatan vektor risiko lingkungan
Habitat vektor
Hasil survei perindukan vektor malaria disekitar rumah penderita di RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 02 Kel kampung Bugis, kec.Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang dengan hasil.
Hasil Pengamatan Vektor Malaria di Kel.Kampung Bugis Tangal 31 mei 2024
Gambar diatas tergambar bahwa di RT 01 RW 01, RT 01 RW 02 dan Rw 03 Kel kampung Bugis, kec.Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang yang deerah tepi pantai terdapat laguna airnya payau yang menjadi tempat perindukan vektor malaria spesies Anopheles Sundaicus dengan kepadatan habitat timgi 33% jauh diatas Baku Mutu yang ditetapkan permenkes 2 tahun 2023 tentang kesehatan lingkungan dimana Habitat vektor dibawah 1%. Daerah yang kepadatan vektor tinggi merupakan daerah yang berisiko terjadi penularan malaria dan KLB.
Nyamuk Dewasa


Jenis vektor malaria di kelurahan kampung Bugis adalah Anopheles Sudaicus adapun jumlah nyamuk yang tertangkap selama 2 jam adalah adalah 12 ekor dengan tiga orang penangkap, Kepadatan vektor 2%.
Diagnostik Malaria
Dalam upaya pengendalian malaria menuju eliminasi, pemeriksaan laboratorium malaria merupakan aspek yang sangat penting baik secara mikroskopik maupun dengan menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test/tes diagnostic cepat), sehingga tuntutan akan kualitas pemeriksaan mikroskopik malaria yang baik menjadi prioritas.
Dari hasil pemeriksaan sediaan darah yang di ambil sejak tanggal 20 sd 31 Mei 2024, sebanyak 36 sediaan darah malaria, 11 sediaan positif, 8 sediaan positif Plasmodium vivax, 1 sediaan positif Plasmodium falcifarum dan 2 sediaan positif mix infeksi (Plasmodium vivax dan Plasmodium falcifarum).
Gambar diagram Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Malaria PKM Kampung Bugis
Pemeriksaan dengan menggunakan RDT dari 36, ada 8 hasil yang menunjukkan reaktif dan hasil konfirmasi mikrokroskopis malaria 11 positif. Plasmodium vivax 7 sediaan, dan 2 mix infeksi dan 1 sediaan Plasmodium falcifarum. Sensitifitas RDT yang digunakan sebagai penjaringan pada peningkatan kasus di Kelurahan Kp. Bugis adalah 73% artinya RDT hanya dapat menunjukkan tes positif pada orang yang terdiagnosis sakit sebesar 73%, sehingga ada 27% tes negatif pada orang yang terdiagnosis sakit.
Dari hasil diatas pengambilan spesimen baik ketika terjadi peningkatan kasus atau KLB (Kejadian Luar Biasa) tidak bisa hanya menggunakan sediaan darah yang merupakan gold standart harus tetap dilakukan sebagai konfirmasi dalam penetuan diagnostik malaria.
Kesimpulan Dan Rekomendasi
Kesimpulan
Telah terjadi peningkatan kasus Malaria di wilayah Kelurahan Kampung Bugis (RT 01 RW 01; RT 01 RW 02 dan RW 03), Kec.Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang dengan jumlah kasus sebanyak 48 org (periode 17 Mei – 03 Juni 2024) pada kelompok umur mulai 20 bln–70 th.
- Ditemukan jentik nyamuk dan Nyamuk dewasa pada breeding place di wilayah yang sama dengan kasus berupa jentik Anopheles dan nyamuk Anopheles Sundaicus dengan indeks habitat 33 %, Kepadatan vektor tinggi diatas baku mutu PERMENKES 2 tahun 2023 tentang kesehatan lingkungan.
- Hasil diagnostik RDT dan mikroskopis teridentifikasi Plasmodium falcifarum; Plasmodium vivax dan mix infeksi (Plasmodium vivax dan Plasmodium falcifarum).
Rekomendasi
- Secepatnya dilakukan pemutusan rantai penularan penyakit antar manusia, melalui pengendalian vektor; modifikasi lingkungan serta penemuan dan pengobatan kasus malaria.
- Membentuk/mengaktifkan tim malaria desa atau kader dalam penemuan dan pengawasan minum obat untuk penderita malaria 2 kali masa inkubasi (+ 1 Bulan)
- Pengendalian vektor dewasa dapat berupa kelambu massal yang optimal, IRS atau pun fogging fokus, Modifikasi lingkunagn dengan menghilangkan genangan, kegiatan larvasidasi untuk membasmi jentik vektor malaria. [rencana]
