Halal Bi Halal Labkesmas Batam

foto utk web halbil

(Batam, 25  April 2025) Tradisi halal bi halal telah menjadi tradisi  atau budaya masyarakat di Indonesia. Perayaan tersebut dilakukan setelah Ramadhan  atau hari raya Idul Fitri. Sejarah halal bi halal pertama kali diperkenalkan secara formal sejak tahun 1948. Di tengah suasana politik yang penuh ketegangan (pasca kemerdekaan RI). Presiden Soekarno mencari cara untuk meredakan ketegangan antar  elit politik yang mulai mengarah pada perpecahan. Beliau menemui sejumlah tokoh agama, termasuk  tokoh Nahdatul Ulama (NU)  yaitu seorang ulama bernama KH. Wahab Chasbullah.

Wahab Chasbullah menyarankan diadakannya pertemuan pasca Ramadhan dengan konsep; “Halal Bi halal“ sebuah istilah yang diambil dari bahasa Arab. Istilah ini dipilih karena memiliki konotasi positif, mudah diucapkan dan mampu mewakili semangat saling memaafkan serta mempererat hubungan sosial. Untuk pertama kali Halal Bi Halal dilaksanakan di Istana Negara yang dihadiri para tokoh politik dan pemimpin nasional.  Sejarawan Prof. Dr. Taufik Abdullah menyebutkan  halal bi halal sebagai bentuk akulturasi budaya yang cerdas. “Tradisi ini menjadi medium sosial yang sangat efektif dalam menjembatani perbedaan, sekaligus memperkuat  rasa kebangsaan dan persaudaraan” ujarnya.

Jumat 25 April 2025 lalu telah dilaksanakan acara Halal Bihalal di kantor Balai Labkesmas Batam. Kegiatan ini telah diikuti oleh seluruh pegawai baik ASN, PPNPN, karyawan outsourcing serta petugas Inpuls yang ditugaskan disini. Kegiatan diisi dengan sambutan oleh Bapak Zulhirdan Siregar, ST, MH selaku Plt. Kepala dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan makan Bersama. Labkesmas Batam melaksanakan tradisi halal bi halal setiap tahunnya sebagai bentuk silaturahim dan berkumpul. Momen ini penting untuk memperkokoh kebersamaan dan komitmen kebangsaan di tengah keberagaman suku, budaya, agama yang ada di Labkesmas Batam.