Batam, 29 Agustus 2026
Dalam rangka memperkuat jejaring dan kolaborasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Regional 2, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tindak Lanjut Pertemuan Penguatan Kolaborasi Labkesmas Regional 2 di Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 26–29 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa fasilitas kesehatan di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang, yaitu Labkesmas Kota Batam, Puskesmas Baloi Permai, Labkesmas Kota Tanjungpinang, Puskesmas Mekar Baru, serta Labkesmas Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan untuk melihat perkembangan tindak lanjut hasil pertemuan penguatan kolaborasi Labkesmas Regional 2, khususnya dalam mendukung kesiapan Laboratorium Rujukan Intermediet (LRI) serta pelaksanaan pemeriksaan Tuberkulosis (TB) di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan beberapa kegiatan utama, meliputi monitoring dan evaluasi terkait pembentukan Laboratorium Rujukan Intermediet (LRI) untuk Labkesmas Kota Batam dan Labkesmas Kota Tanjungpinang. Selain itu, dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan TB di Puskesmas Baloi Permai dan Puskesmas Mekar Baru, serta peninjauan terhadap Labkesmas Provinsi Kepulauan Riau yang baru selesai pembangunan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti untuk mendukung kesiapan Labkesmas Kota Batam dan Labkesmas Kota Tanjungpinang sebagai calon Laboratorium Rujukan Intermediet. Di Labkesmas Kota Batam, diperlukan pemenuhan sumber daya manusia dan sarana prasarana, antara lain penambahan tenaga administrasi, tenaga analis/pemeriksa TB, serta satu unit mikroskop. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam juga diperlukan dalam rangka pengusulan Labkesmas Kota Batam sebagai Laboratorium Rujukan Intermediet.
Sementara itu, Labkesmas Kota Tanjungpinang masih memerlukan pemenuhan sarana pemeriksaan TB berupa dua unit mikroskop binokuler. Pemenuhan tersebut dapat dilakukan melalui penganggaran pengadaan sarana baru maupun pemetaan ketersediaan mikroskop pada fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas yang memiliki lebih dari satu unit mikroskop. Apabila memungkinkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dapat dilakukan koordinasi lebih lanjut mengenai mekanisme pengalihan atau redistribusi aset mikroskop dari fasilitas yang memiliki kelebihan sarana.
Pada kegiatan monitoring pemeriksaan TB di Puskesmas Baloi Permai dan Puskesmas Mekar Baru, ditemukan beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian. Kondisi ruang pemeriksaan masih perlu ditingkatkan agar dapat menampung peralatan pemeriksaan yang tersedia dengan lebih optimal. Selain itu, diperlukan penataan dan pemisahan area untuk kegiatan preparasi, pemeriksaan, serta pencatatan hasil pemeriksaan.
Aspek ergonomi petugas juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan monitoring. Di Puskesmas Baloi Permai, kursi yang digunakan untuk kegiatan pembacaan mikroskop perlu disesuaikan agar dapat mendukung kenyamanan dan keselamatan petugas. Sementara di Puskesmas Mekar Baru, penataan meja dan posisi mikroskop masih membatasi ruang gerak petugas sehingga perlu dilakukan penyesuaian, termasuk penyediaan kursi yang memadai untuk mendukung posisi kerja selama proses pembacaan mikroskop.
Selain monitoring di fasilitas pelayanan kesehatan, tim juga melakukan kunjungan lapangan ke Labkesmas Provinsi Kepulauan Riau yang baru selesai pembangunan. Dalam kunjungan tersebut, salah satu tindak lanjut yang perlu segera dilakukan adalah penyusunan dan penetapan struktur organisasi sebagai dasar pelaksanaan tugas, fungsi, serta pembagian tanggung jawab. Selain itu, diperlukan pembaruan informasi mengenai perkembangan dan kondisi terkini pembangunan gedung serta tindak lanjut terhadap roadmap pembangunan yang telah direncanakan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan berbagai hasil temuan dan kebutuhan yang telah diidentifikasi dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah tindak lanjut oleh masing-masing Labkesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, tata kelola, serta pelaksanaan pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas jejaring Labkesmas di Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan tindak lanjut penguatan kolaborasi Labkesmas Regional 2 berjalan secara berkesinambungan, sekaligus mendukung optimalisasi pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
