

(Padang, 29 September 2025), Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) g masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat menimbulkan kecacatan. Hingga tahun 2016 terdapat 236 kabupaten/kota endemis filariasis. Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis bertujuan memutus rantai penularan filariasis. Pelaksanaan POPM Filariasis dihentikan apabila hasil Survei Evaluasi Penularan Filariasis (Transmission Assessment Survey/TAS) menunjukan tidak terjadi penularan. Survei TAS Filariasis dilakukan sebanyak 3 tahapan dengan rentang waktu 2 tahun.
Kota Padang telah menyelesaikan lima putaran POPM dengan cakupan pengobatan minimal 65% dari total penduduk dan prevalensi mikrofilaria <1% di desa sentinel atau desa spot-check. Kota Padang juga telah Lulus TAS Tahap 1 dan Tahap 2. Selanjutnya dilaksanakan TAS Tahap 3 untuk memastikan masih ada tidaknya penularan filariasis di wilayah tersebut dan POPM filariasis dapat dihentikan. Jadwal pelaksanaan TAS 3 pada 21 September s.d. 2 Oktober 2025 dan didanai oleh anggaran DIPA Ditjen Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan.
Kegiatan ini melibnatkan tim dari Ditjen P2 Kemenkes, Balai Labkesmas Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Kota Padang, Petugas Puskesmas dan Kader Kesehatan. Tim Balai Labkesmas Batamdua orang berperan sebagai Supervisor untuk memastikan survei berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Kegiatan dilakukan pada 30 Sekolah Dasar/Madrasah ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Padang berdasarkan pilihan secara acak dari aplikasi Survey simple Builder/SSB TAS (ketentuan WHO). Sasaran survey ini siswa kelas 1 dan 2 dengan jumlah sampel minimal sebanyak 1.556 siswa, adapun SD/MI yang terpilih adalah sebagai berikut:
Alat bantu diagnosis untuk mendeteksi antibodi Brugia sp dalam darah jari manusia adalah Brugia Test Plus (BT+). Pengambilan darah responden survei dilakukan sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan BT+ bisa langsung diketahui saat dilakukan pemeriksaan yaitu sekitar 25 menit.
Pengambilan Keputusan/Kesimpulan survei dilakukan setelah minimal 30 SD/MI di survei dengan sampel minimal sebanyak 1.556 siswa. Jika ditemukan hasil positif >18 siswa, maka Kota Padang dinyatakan Tidak Lulus TAS tahap 3 atau dinyatakan masih terdapat penularan filariasis sehingga perlu dilakukan pengobatan, namun jika hasil survey tidak ditemukan hasil positif atau positif ≤18 siswa maka Kota Padang dinyatakan Lulus TAS atau dinyatakan tidak terdapat penularan filariasis sehingga direkomendasikan untuk mendapatkan sertifikat eliminasi.
