Inovasi Dari Dalam: Balai Labkesmas Batam Perkenalkan PERSIA, Sistem Pengelolaan Reagensia Berbasis Digital

Sosialisasi Aplikasi PERSIA sebagai Langkah Nyata Menuju Tata Kelola Logistik Laboratorium yang Lebih Tertib dan Akuntabel

Batam, 2 Maret 2026 – Pengelolaan reagensia dan bahan habis pakai laboratorium bukan perkara sepele. Ketika stok tidak terdata dengan baik, kebutuhan tidak terpantau secara real time, atau pencarian barang di gudang harus dilakukan secara manual, dampaknya bisa langsung dirasakan pada kelancaran layanan pengujian. Menyadari tantangan ini, Instalasi Sampling, Media dan Reagensia Balai Labkesmas Batam mengambil langkah inovatif dengan mengembangkan aplikasi PERSIA singkatan dari Persediaan Reagensia sebuah sistem informasi berbasis digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tata kelola logistik laboratorium secara menyeluruh.

Pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Riau Balai Labkesmas Batam, aplikasi PERSIA diperkenalkan secara resmi kepada seluruh pegawai melalui kegiatan sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Balai Labkesmas Batam. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, Kepala Instalasi beserta tim, Satuan Kepatuhan Intern, PPK, Tim BMN, serta seluruh unsur terkait di lingkungan Balai Labkesmas Batam.

Presentasi aplikasi PERSIA disampaikan oleh Ari Siswanto, S.Kom, yang memaparkan perjalanan pengembangan sistem ini secara lengkap mulai dari latar belakang dan permasalahan yang melatarbelakanginya, solusi yang ditawarkan, modul-modul yang telah tersedia, hingga fitur monitoring dan pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna. Salah satu keunggulan yang mendapat apresiasi luas adalah fitur pencarian posisi barang yang disesuaikan dengan penamaan rak di ruang Medreg, serta ketersediaan daftar informasi barang di setiap rak untuk mempermudah pengambilan. Tak kalah penting, data dalam PERSIA telah diselaraskan dengan data BMN per 31 Desember 2025, sehingga akurasi pencatatan dapat terjaga sejak awal sistem berjalan.

Sesi diskusi yang berlangsung setelahnya menjadi ruang dialog yang produktif. Berbagai masukan konstruktif mengalir dari para peserta mulai dari mekanisme pengajuan permintaan barang yang perlu memiliki jalur persetujuan yang jelas, pengelolaan reagen yang diharapkan berjalan satu pintu di bawah pengawasan Medreg, hingga perlunya pengembangan modul laboratorium untuk mengakomodasi reagen yang telah keluar dari stok. Seluruh masukan tersebut diterima sebagai bahan pengembangan PERSIA ke depan, termasuk rencana penambahan Modul Pemusnahan untuk penanganan barang yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Yang patut diapresiasi, PERSIA Batam dikembangkan sepenuhnya tanpa mengeluarkan biaya tambahan sebuah bentuk inovasi mandiri yang lahir dari kreativitas dan dedikasi sumber daya internal Balai Labkesmas Batam. Sebagai tindak lanjut, Instalasi Medreg akan mengakomodasi seluruh masukan hasil sosialisasi untuk terus menyempurnakan sistem, sementara penyusunan SOP dan Instruksi Kerja terkait penggunaan PERSIA telah masuk dalam target SKP pegawai tahun 2026.

Dengan hadirnya PERSIA, Balai Labkesmas Batam menegaskan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari luar. Kadang, solusi terbaik justru tumbuh dari pemahaman mendalam atas kebutuhan nyata di lapangan dan keberanian untuk mewujudkannya.