Koordinasi Nasional Progam ILI-SARI

Yogyakarta 11 Juni 2026

Pertemuan penguatan koordinasi keberlangsungan program ILI-SARI 2026 dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC) tanggal 9-11 2026 . diikuti peserta dari 35 provinsi meliputi site sentinel ILI-SARI (Puskesmas dan Rumah sakit sentinel) Bersama Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi. Selain itu juga peserta berasal dari 13 Laboratorium rujukan pemeriksa ILI-SARI dan B/BKK yang akan menerima alat POCT pemeriksaan ILI.

Sambutan Sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi . DIY. dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. Arahan dan  pembukaan acara disampaikan oleh Plt Dirjen Penanggulangan penyakit bapak dr. Andi Saguni, M.A menyampaikan: surveilans berbasis laboratorium di 88 site sentinel sentinel ILI/SARi untuk memperkuat kesiapsiagaan penyakit saluran pernapasan dan Memperkuat kolaborasi lintas program dan lintas sektor 

Perwakilan  United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia :Bapak Suprianus   menyampaikan dukungan dari UNDP program ILISARI akan berakhir bulan Juni 2026, Advicer-Health Govermance Programme dari UNDP bapak Agus Soetianto” menyampaikan Lessons Learned dari dukungan UNDP pada Program ILI-SARI yaitu adanya peningkatan specimen secara signifikan dari tahun 2023-2026, peningkatan kinerja surveilans aktif, kapasitas deteksi dini yang lebih baik , dukungan logistic dan transportasi specimen yang lebih cepat.

Perwakilan ibu WHO dr. Resty Armis” menyampaikan tentang Global Policy on Surveillanceand Preparedness for Respiratory Syndrome Diseases. Dengan pandemi covid disadari pentingnya deteksi dini dan respons dikarenakan peningkatan beban penyakit dan kemunculan pathogen penyakit baru sehingga kebutuhan system yang terintegrasi antara data laboratorium dan informasi klinis (GIRS)

Ketua Tim Kerja SKK dr. Endah Kusumowardani , M.Epid  menyampaikan tentang Multisorce surveilans : Surveilans berbasis Masyarakat(SBM) Masyarakat memiliki peran penting dalam deteksi faktor risiko dan gejala penyakit yang kemudian dapat dilaporkan  dalam SKDR. Diharapkan kejadian dan masyalah Kesehatan dapat diidentifikasi lebih cepat terutama di daerah yang sulit dijangkau. 

  • Interoperabilitas : Pertukaran Sinyal Antara Sektor Manusia, Hewan Dan Satwa Liar Melalui Penerapan SIZE – Pendekatan One Health
  • Pencatatan dan pelaporan NAR. : Sentinel ILI SARI, Covid-19, Surveilans sindrom dan Pemantauan peningkatan kasus 

Road map and development of ILISARI  disampaikan oleh Ketua Tim Kerja ISPA dan TB ibu dr Triya Novita Dinihari” , Strategi dan Kebijakan Pembelajaran pandemi covid-19, menyiapkan diri terhadap disease X Salah satu pilar dari 6 pilar transformasi kesehatan : Transformasi ketahanan tanggap darurat Strategi : prevent, detect dan respons.

Selain itu juga beberapa materi yang disampaikan oleh Epidemiolog RS Sulianti Saroso tentang Improvement and Strengthening for ILI SARI, dan analisis situasi ILI oleh PJ ILI Puskesmas Kebayoran lama dan juga lesson learned &best practices from site sentinel SARI ( perwakilanRS Hasan Sadikin dan Puskesmas Cikarang)