Pekanbaru, 26 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung upaya Eradikasi Polio (ERAPO), Tim Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam melaksanakan kegiatan surveilans polio lingkungan melalui pengambilan sampel air limbah di UPTD IPAL Bambu Kuning, Rejosari, Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada 24-26 Agustus 2026 dengan melibatkan unsur Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas PUPR Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Suryeni, SKM, Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda, dan Haryo Seto Wicaksono, S.Si, Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Pertama dari Labkesmas Batam. Surveilans tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemantauan lingkungan untuk mendukung deteksi virus Polio melalui pemeriksaan sampel air limbah.
Pada 24 Agustus 2026, tim melaksanakan koordinasi dengan pengelola IPAL Bambu Kuning terkait pelaksanaan pengambilan sampel. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas PUPR Kota Pekanbaru untuk memastikan kesiapan teknis dan pelaksanaan kegiatan.
Selain koordinasi, tim bersama pengelola IPAL melakukan penentuan titik koordinat lokasi pengambilan sampel. Berdasarkan hasil koordinasi dan peninjauan lokasi, pengambilan sampel dilakukan di instalasi pengolahan limbah yang berada di kawasan Rejosari.
Pengambilan sampel dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Sampel yang diambil berupa air limbah pada bagian inlet IPAL. Sebanyak dua botol sampel dengan volume masing-masing satu liter dikumpulkan dan selanjutnya ditempatkan dalam cold box dengan menggunakan ice pack untuk menjaga kondisi sampel selama proses pengiriman.
Sampel kemudian segera dikirim ke Balai Besar Biokes (Labkesmas Tier 5) di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan terhadap virus Polio. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan dan menjadi bagian dari upaya surveilans dalam mendukung program Eradikasi Polio.
Kegiatan pengambilan sampel ini merupakan pelaksanaan kedua oleh Tim Labkesmas Batam di lokasi tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, kegiatan ini menjadi pengambilan sampel pertama dan dilaksanakan dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta Dinas PUPR Kota Pekanbaru.
Melalui kegiatan surveilans polio lingkungan secara berkala, pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan virus Polio di lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Hasil pemeriksaan sampel selanjutnya akan menjadi bahan tindak lanjut dan rekomendasi setelah hasil uji diterima.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara Labkesmas Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas PUPR Kota Pekanbaru, serta Tim IPAL Bambu Kuning dalam mendukung pelaksanaan surveilans lingkungan dan program Eradikasi Polio.
Labkesmas Batam berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan surveilans berbasis laboratorium dan lingkungan sebagai bagian dari upaya penguatan deteksi dini serta pengendalian penyakit menular, khususnya dalam mendukung tercapainya Eradikasi Polio.
