GAMBARAN PEMERIKSAAN TUBERKULOSIS DENGAN METODE TES CEPAT MOLEKULER (TCM) PADA BULAN SEPTEMBER DI LABKESMAS BATAM

Tuberkulosis (TBC)  atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis . TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah COVID-19.

Gambar WhatsApp 2024-11-04 pukul 12.32.35_58973220

Dalam Permenkes 25 Tahun 2023, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam merupakan salah satu UPT Dirjen dengan kategori Labkesmas Tingkat 4 yang berada di Wilayah Regional 2 dan memiliki wilayah layanan kerja yaitu Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. Salah satu tugas dan Fungsi Labkesmas Batam dalam mendukung penanggulangan TBC di Indonesia adalah sebagai Laboratorium Rujukan dalam pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) .

Adapun pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) Tuberkulosis dilaksanakan secara rutin di Labkesmas Batam . Sampel di terima dari beberapa Faskes Kesehatan tingkat pertama di kota Batam. Pada Bulan September telah dilakukan pemeriksaan TCM TB sebanyak 104 spesimen dengan gambaran sebagai berikut :

Screenshot 2024-11-08 142722

Dari Gambar 1 diketahui bahwa faskes yang mengirimkan specimen paling banyak ke Balai Labkesmas Batam yaitu Puskesmas Tanjung Uncang dengan Jumlah 55 Spesimen sedangkan faskes yang mengirimkan specimen paling sedikit yaitu klinik Assyifa Sagulung.

Screenshot 2024-11-08 143011

Berdasarkan gambar 2 diatas dapat dilihat bahwa dari 104 Spesimen yang diperiksa, terdapat 100 sampel Negatif, 3 sampel Positif dan 1 sampel Invalid. Hasil pemeriksaan invalid disebabkan karena keberadaan DNA MTB tidak dapat ditentukan karena kurva SPC tidak menunjukkan kenaikan jumlah amplicon, proses sampel tidak benar atau reaksi PCR terhambat. Sehingga specimen dengan hasil invalid akan diulang dengan katrid dan sampel sputum (dahak) yang baru. [zulia]