
(Batam, 31 Januari 2025) Sejak 2014, Kementerian Kesehatan RI menginisiasi Surveilans Arbovirosis untuk memantau penyakit seperti dengue, zika, dan chikungunya. Namun, data terkait proporsi kasus dan serotipe virus masih terbatas. Oleh karena itu, dibentuklah Sistem Surveilans Sentinel Dengue (S3D) di fasilitas kesehatan terpilih guna memperoleh informasi yang akurat dan berkelanjutan.
Balai Labkesmas Batam sudah sejak tahun 2018 telah melaksanakan surveilans aktif kasus Dengue. Pada tahun 2024 surveilans dilakukan di Kota Batam tepatnya terdapat 11 Puskesmas yang menjadi lokus sentinel arbovirosis dari 21 puskesmas se-kota Batam. Pasien suspek dengue yang datang ke puskesmas tersebut diwawancarai dan diambil spesimen darahnya oleh petugas puskesmas, Selanjutnya spesimen tersebut dibawa ke Balai Labkesmas Batam untuk diperiksa menggunakan metode RT-PCR di Instalasi Mikrobiologi dan Biomolekuler. Tidak sampai disitu, Tim Kerja Surveilans Penyakit Faktor Risiko dan KLB mengolah data hasil wawancara dan melakukan analisis hasil pemeriksaan spesimen.
Pada tahun 2024, terdapat 242 spesimen yang dikumpulkan dari 11 puskesmas di Kota Batam dengan spesimen terbanyak kiriman dari Puskesmas Batu Aji yaitu 112 spesimen (46,2%). Hasil yang diperoleh yaitu 39 spesimen (16%) positif terdeteksi serotipe virus dengue. Setelah pemeriksaan RT-PCR, spesimen yang positif dilakukan pemeriksaan RDT NS1 dengan hasil 23 spesimen menunjukkan infeksi dengue primer, 7 dugaan dengue sekunder dan 9 infeksi lainnya.
Dari 39 spesimen positif ditemukan serotipe DENV-2 (17 spesimen atau 43,5%), DENV-1 (9 spesimen atau 23%), DENV-3 (6 spesimen atau 15,3%), DENV-4 (5 spesimen atau 12,8%), dan kombinasi DENV-2 + DENV-4 (2 spesimen atau 5,1%). Setiap serotipe mempunyai tingkatan manifestasi yang berbeda. DENV1 mempunyai ciri khas ketika masuk ke suatu daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya virus sangat cepat menyebar, namun tidak menyebabkan penyakit parah. DENV2 dan DENV3 cenderung menyebabkan keparahan penyakit. Hal ini terjadi di Indonesia dan juga luar negeri. Sedangkan DENV4 adalah jenis virus yang paling sedikit ditemukan dan tidak ganas.
Surveilans menunjukkan bahwa DENV-2 merupakan serotipe dominan di Kota Batam pada tahun 2024. Rekomendasi kegiatan ini telah disampaikan ke pihak Dinas Kesehatan Kota Batam. Data ini penting untuk perencanaan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit dengue yang lebih efektif.
