


(Batam, 20 Mei 2025) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan nama kanker serviks melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) yang diluncurkan tahun lalu. RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim berisi empat pilar, di antaranya pilar layanan yang meliputi skrining, imunisasi vaksin Human papillomavirus (HPV), dan tata laksana bagi pasien pra-kanker.
Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal dengan kanker serviks merupakan kondisi ketika pertumbuhan sel-sel ganas pada leher rahim/serviks yang tidak terkendali. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik.
WHO meluncurkan Strategi Global untuk Eliminasi Kanker Serviks yang menargetkan eliminasi kanker pada tahun 2030. Strategi global memuat target 90-70-90, yakni 90% anak perempuan di bawah usia 15 tahun harus menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya infeksi, 70% perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, dan 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapatkan tata laksana sesuai standar.
Pada 20 Mei 2025, PT UBC Medical Indonesia melaksanakan sosialisasi dan on the job training kepada Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Batam sebagai salah satu laboratorium rujukan pemeriksaan HPV DNA di bawah Kementerian Kesehatan, kegiatan tersebut berupa pemeriksaan DNA pada virus HPV menggunakan alat Real Time PCR.
Adapun rincian kegiatan tersebut meliputi :
- Penyampaian materi kepada analis Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolekuler di Balai Labkesmas Batam
- Proses ekstraksi menggunakan alat ekstraktor untuk HPV DNA di laboratorium BSL 2
- Pemeriksaan menggunakan alat Real Time PCR
- Interpretasi hasil DNA pada virus HPV dalam tubuh
Dengan adanya kegiatan sosialiasi dan on the job training ini diharapkan Balai Labkesmas Batam dapat berperan aktif dalam membantu skrining awal virus HPV dalam tubuh, sehingga dapat diambil tindakan untuk mencegah penyakit kanker serviks dan juga dapat mensukseskan program WHO berupa eliminasi kanker di tahun 2030.
