Pertemuan Koordinasi Penguatan Labkesmas Regional 2: Sinergi Menuju Labkesmas yang Lebih Kuat

(Batam, 4 Juli) Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam telah menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Penguatan Labkesmas Regional 2 pada tanggal 2–4 Juli 2025 bertempat di Hotel Harper Premiere Nagoya, Batam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran Labkesmas Batam sebagai Labkesmas Tier 4 yang mengampu wilayah regional 2, meliputi Provinsi Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat.

Pertemuan ini diikuti oleh 22 peserta dari daerah, yang terdiri atas perwakilan Dinas Kesehatan dan Labkesda dari tiga provinsi. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Direktorat Tata Kelola Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Takelkesmas) Ditjen Kesprimkom, yaitu dr. Imelda, MPH serta dari PMU InPULS Kemenkes, Lidya Merybeth Situmorang. Kegiatan ini menggunakan anggaran dari Swakelola InPULS Kementerian Kesehatan.

Fokus utama kegiatan adalah penyusunan Roadmap penguatan Labkesmas Tier 2 dan Tier 3 (Labkesda Provinsi dan Kota/Kabupaten), sebagai landasan perencanaan pembangunan laboratorium yang terarah dan berkelanjutan. Dalam pertemuan ini juga disampaikan sejumlah materi strategis, di antaranya:

  • Penjelasan Roadmap Regional 2 oleh Plt. Kepala Balai, Bapak Zulhirdan Siregar, ST, MH
  • Sosialisasi Anti Gratifikasi oleh Ketua UPG Balai, Ibu Nurmasyitah, SKM
  • Penguatan Labkesmas melalui Proyek InPULS oleh PMU InPULS, Lidya Merybeth Situmorang
  • Sosialisasi Standar Labkesmas berdasarkan Kepmenkes No. HK.01.01/MENKES/1801/2024 oleh dr. Imelda, MPH
  • Penguatan sarana dan prasarana serta mitigasi risiko oleh Bapak Yuristiawan Khairul Muslim, SKM (Dit. Fasmut PKP) secara daring
  • Diskusi dan pemaparan perwakilan Labkesmas daerah bersama Ibu Ernawati Roesli, SKM, MKM

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, sejumlah poin penting telah disepakati, antara lain: pengumpulan roadmap yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan, penyesuaian nomenklatur Labkesmas di daerah, fasilitasi pendanaan dari BOK untuk Labkesmas Tier 2 dan 3, serta penyediaan anggaran daerah untuk pengadaan alat dengan nilai di bawah Rp 5.000.000, pemeliharaan alat, kalibrasi, dan PME.

Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat fungsi Labkesmas di daerah melalui sinergi antara pusat dan daerah. Dengan roadmap yang jelas dan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan Labkesmas akan semakin optimal dalam mendukung transformasi layanan kesehatan masyarakat.