

Batam, 5 Januari 2026 — Produk seafood merupakan salah satu sumber pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena nilai gizinya yang tinggi. Namun demikian, produk yang berasal dari lingkungan perairan juga berpotensi terpapar kontaminan logam berat, seperti Timbal (Pb) dan Arsen (As), yang dalam kadar tertentu dapat menimbulkan dampak kesehatan, termasuk gangguan pada sistem saraf dan organ tubuh jika terakumulasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengujian laboratorium yang akurat dan berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan pangan.
Sebagai bentuk komitmen dalam perlindungan kesehatan masyarakat, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam melaksanakan pemeriksaan kandungan logam berat pada produk seafood. Pengujian dilakukan menggunakan metode terstandar, di antaranya teknik Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), yang memiliki tingkat ketelitian tinggi dalam mendeteksi kadar logam pada sampel pangan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh tahapan pengujian didukung oleh sistem pemantauan mutu internal yang ketat, mulai dari proses preparasi sampel, analisis di laboratorium, hingga validasi dan verifikasi hasil uji. Penerapan sistem mutu ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap hasil pemeriksaan memiliki tingkat akurasi dan keandalan yang tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Melalui kegiatan ini, Balai Labkesmas Batam terus memperkuat peran dalam pengawasan keamanan pangan, khususnya terhadap produk seafood yang beredar di masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi telah memenuhi persyaratan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjadi bagian dari langkah preventif dalam melindungi masyarakat dari potensi paparan kontaminan berbahaya.
