Balai Labkesmas Batam Perkuat Surveilans Dengue Melalui Pemeriksaan Serotipe Virus

Deteksi Dini Berbasis Laboratorium: Upaya Labkesmas Batam dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kota Batam Tahun 2025

Batam, 19 Januari 2026 — Demam Berdarah Dengue hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan yang terus membayangi masyarakat Kota Batam. Lebih dari sekadar penyakit musiman, DBD disebabkan oleh virus dengue yang memiliki empat serotipe berbeda  dan masing-masing membawa tingkat risiko yang tidak sama. Inilah yang menjadi alasan mengapa mengetahui jenis virus yang beredar di suatu wilayah sama pentingnya dengan mengetahui jumlah kasusnya.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam menjalankan Surveilans Sentinel Arbovirosis sepanjang tahun 2025. Melalui jejaring yang melibatkan 11 Puskesmas sentinel di berbagai wilayah Kota Batam, kegiatan ini hadir bukan hanya untuk memantau, tetapi untuk memahami lebih dalam karakteristik virus yang tengah beredar di tengah masyarakat sebagai landasan pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat dan terukur.

Selama periode tersebut, sebanyak 145 spesimen berhasil dikumpulkan. Puskesmas Lubuk Baja menjadi lokus dengan kontribusi tertinggi sebanyak 33 spesimen (22,7%), diikuti Puskesmas Baloi Permai 32 spesimen (22%), dan Puskesmas Sei Lekop 20 spesimen (13,7%). Satu hal yang patut menjadi perhatian bersama: DBD tidak hanya menyasar anak-anak. Kelompok usia 20 tahun ke atas justru tercatat sebagai kelompok dengan jumlah spesimen terbanyak, yakni 57 spesimen atau 39,3% dari total keseluruhan. Fakta ini mengingatkan bahwa tidak ada kelompok usia yang sepenuhnya kebal terhadap ancaman penyakit ini.

Setiap spesimen kemudian diperiksa secara bertahap dan terstandar. Langkah pertama adalah pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) NS1 sebagai deteksi awal infeksi dengue, yang dilakukan terhadap 134 spesimen. Dari yang hasilnya positif sebanyak 67 spesimen pemeriksaan dilanjutkan ke tahap identifikasi serotipe menggunakan metode RT-PCR Real Time Single Plex Dengue, sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hasilnya, sebanyak 12 spesimen (17,9%) berhasil teridentifikasi serotipenya. Ditemukan bahwa DenV1 dan DenV2 masing-masing mendominasi dengan 5 temuan (41,6%), sementara DenV4 terdeteksi pada 2 spesimen (16,6%). Serotipe DenV3 dan tipe Multi-DEN tidak ditemukan dalam pemeriksaan ini. Wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja tercatat sebagai lokus dengan temuan serotipe terbanyak, dengan DenV1 sebagai yang paling dominan.

Temuan ini memiliki makna epidemiologis yang penting bagi masyarakat Kota Batam. DenV1 dikenal memiliki kemampuan penyebaran yang cepat, terutama pada populasi yang belum pernah terpapar sebelumnya. Sementara itu, DenV2 perlu mendapat kewaspadaan lebih, mengingat serotipe ini berkaitan dengan potensi keparahan klinis yang lebih tinggi. Kehadiran keduanya secara bersamaan menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini harus terus diperkuat di seluruh lini.

Data yang dihasilkan dari surveilans ini bukan sekadar laporan angka. Ia adalah cerminan nyata dari kondisi kesehatan masyarakat yang harus direspons bersama oleh tenaga kesehatan, pemangku kebijakan, hingga seluruh lapisan masyarakat Kota Batam. Balai Labkesmas Batam akan terus menjalankan fungsinya sebagai pusat rujukan laboratorium yang andal, demi terwujudnya masyarakat Batam yang sehat dan terlindungi.

Bersama, kita wujudkan birokrasi yang dipercaya dan melayani sepenuh hati.
‎Tidak Diperkenankan Meminta, Menerima dan/atau Memberikan Gratifikasi Serta Suap Dalam Bentuk Apapun

‎Labkesmas Batam “BERJAYA”

‎PENGADUAN SARAN DAN MASUKAN:
☎ 0778-8075096
📱0895 3666 52073
🌐 https://lapor.go.id
🌐 https://labkesmasbatam.id/wbs/