Mengenal Influenza A (H3N2) dan Influenza B: Gejala, Pencegahan, serta Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Influenza A Vs Influenza B

(Batam, 01 Februari 2026) Infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza kembali menjadi perhatian pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat 74 kasus Influenza A (H3N2) subclade K dari 204 spesimen yang diperiksa. Tren kasus dilaporkan menurun sejak akhir tahun 2025 dan kondisi nasional masih terkendali.

Influenza A (H3N2) lebih sering menimbulkan lonjakan kasus musiman dan dapat menyerang semua kelompok usia. Sementara itu, Influenza B cenderung lebih stabil dan lebih sering ditemukan pada anak-anak serta remaja. Meski demikian, kedua jenis influenza tetap berisiko menimbulkan komplikasi pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

Deteksi Tepat, Lindungi Kesehatan

Gejala influenza umumnya berupa demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta badan lemas. Apabila keluhan disertai sesak napas, demam tinggi berkepanjangan, atau kondisi semakin memburuk, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Karena gejala influenza sering menyerupai COVID-19 maupun infeksi saluran napas lainnya, pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam menegakkan diagnosis. Pemeriksaan seperti rapid antigen influenza, PCR atau RT-PCR Influenza A dan B, serta pengambilan swab nasofaring atau orofaring dapat membantu memastikan penyebab penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Pencegahan influenza dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sedang sakit, menutup mulut saat batuk atau bersin, beristirahat cukup, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Sebagai laboratorium kesehatan masyarakat, Balai Labkesmas Batam turut mendukung deteksi dini penyakit menular melalui layanan pemeriksaan laboratorium, termasuk influenza, guna membantu perlindungan kesehatan masyarakat.

Influenza A (H3N2) dan Influenza B sama-sama perlu diwaspadai. Dengan kewaspadaan, pencegahan yang baik, serta dukungan pemeriksaan laboratorium yang akurat, penularan influenza dapat ditekan dan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.