Batam 04 Juni 2026
Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia laboratorium serta meningkatkan penerapan budaya keselamatan kerja, Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan menyelenggarakan Workshop Implementasi Good Laboratory Practice (GLP) Biosafety Level 3 (BSL-3) pada tanggal 2–4 Juni 2026 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan laboratorium kesehatan masyarakat dan rumah sakit jejaring surveilans Influenza Like Illness–Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta berasal dari Balai Labkesmas Batam, Banda Aceh, Medan, Jakarta, Banjarnegara, dan Magelang, serta rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, antara lain RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Dr. Sitanala Tangerang.
Workshop ini merupakan bagian dari kegiatan penguatan kapasitas laboratorium yang didukung oleh hibah Global Fund melalui United Nations Development Programme (UNDP), dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan deteksi dini terhadap Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 serta berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan emerging lainnya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai prinsip biosafety berdasarkan WHO Laboratory Biosafety Manual Edisi Keempat, penerapan risk assessment di laboratorium, primary containment dan dekontaminasi, serta pemeliharaan dan sertifikasi Biosafety Cabinet (BSC). Selain sesi teori dan diskusi interaktif, peserta juga mengikuti praktik langsung dan simulasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap penerapan Good Laboratory Practice berbasis biosafety.
Salah satu fokus utama workshop adalah penguatan kemampuan petugas dalam melakukan penilaian risiko (risk assessment) sebagai pendekatan modern dalam pengelolaan keselamatan laboratorium. Melalui pendekatan ini, setiap aktivitas pemeriksaan laboratorium dapat dievaluasi potensi risikonya sehingga langkah-langkah pengendalian yang tepat dapat diterapkan untuk melindungi petugas, lingkungan, dan mutu hasil pemeriksaan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik pemeliharaan dan sertifikasi Biosafety Cabinet (BSC), penerapan prosedur kerja aman, serta simulasi kegiatan laboratorium dengan pendekatan standar BSL-3. Kegiatan praktik dilaksanakan secara berkelompok dan didampingi langsung oleh narasumber yang berkompeten di bidang biosafety dan biosecurity laboratorium.
