Penerima Dan Orientasi Peserta Kerja Praktik

Batam, 08 Juni 2026 

Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam kembali menunjukkan komitmennya yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan tinggi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang sains. Sebagai institusi yang bergerak di garda terdepan laboratorium kesehatan, Labkesmas Batam secara konsisten membuka pintu kolaborasi bagi sektor akademis untuk mengaplikasikan ilmu teori ke dalam dunia kerja nyata. Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya instansi dalam mencetak generasi profesional yang siap menghadapi tantangan di sektor kesehatan masyarakat.

Pada periode kali ini, sinergi tersebut diwujudkan melalui penerimaan program Kerja Praktik bagi mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, Universitas Sriwijaya. Program yang melatih keterampilan praktis ini diikuti oleh Fanessa Wasty, mahasiswi dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Selama masa praktik, ia akan menimba ilmu, mengasah keterampilan teknis, serta mempelajari sistem kerja laboratorium langsung di bawah bimbingan dan supervisi para praktisi profesional yang ada di lingkungan Labkesmas Batam.

Sebagai langkah awal yang krusial untuk memperkenalkan kultur kerja, tata tertib, serta standar keselamatan operasional yang berlaku, manajemen Labkesmas Batam menjadwalkan agenda resmi berupa Penerimaan dan Orientasi Peserta Kerja Praktik. Kegiatan penyambutan sekaligus pembekalan awal ini direncanakan berlangsung pada hari Senin, 08 Juni 2026, yang dimulai sejak pagi hari pukul 07.45 WIB sampai dengan selesai pada pukul 08.10 WIB. Guna mendukung suasana koordinasi yang kondusif dan semiformal, pertemuan tersebut akan dilaksanakan secara langsung bertempat di Ruang Rapat Kepri, Gedung Labkesmas Batam.

Keikutsertaan mahasiswa dalam orientasi intensif ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis di laboratorium, memahami manajemen biosafety dan biosecurity, serta melihat langsung implementasi ilmu biologi murni dalam analisis kesehatan masyarakat. Melalui momentum ini, diharapkan peserta dapat segera menyelaraskan diri dengan ritme operasional instansi demi mendukung penguatan surveilans penyakit dan ketahanan kesehatan khususnya di wilayah perbatasan.