Optimalisasi Deteksi Legionella Berbasis PCR pada Sampel Air Lingkungan

(Batam, 25 Februari 2026) Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Batam terus melakukan inovasi dalam peningkatan kualitas pemeriksaan mikrobiologi lingkungan, salah satunya melalui pengembangan metode deteksi Legionella berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari metode sebelumnya yang menggunakan pendekatan metode cepat berbasis kultur enzimatis.

Kegiatan ini juga didukung oleh kehadiran product specialist dari Sciencewerke, yang memberikan pendampingan teknis dalam implementasi metode PCR untuk deteksi Legionella spp. dan Legionella pneumophila pada sampel lingkungan, khususnya air. Dalam proses pengujian, sampel air diproses menggunakan metode membrane mengacu pada standar SM APHA 9268 Edisi 24 Tahun 2023. Metode ini memungkinkan konsentrasi bakteri dari sampel air sehingga meningkatkan peluang deteksi, terutama pada konsentrasi rendah yang umum ditemukan pada lingkungan.

Pengujian dilakukan menggunakan dua pendekatan sampel. Pertama, sampel arsip air yang telah dikonsentrasikan melalui filtrasi membran, dan kedua, sampel yang berasal dari hasil kultur positif menggunakan metode kultur enzimatis. Hasil dari kedua pendekatan tersebut kemudian dianalisis menggunakan PCR. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel yang sebelumnya terdeteksi positif melalui metode kultur enzimatis juga terkonfirmasi sebagai Legionella pneumophila melalui pemeriksaan PCR. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian antar metode, sekaligus memperkuat validitas hasil pemeriksaan.

IMG_1449

Penggunaan PCR memberikan keunggulan dalam hal kecepatan dan sensitivitas deteksi. Namun demikian, metode ini juga memiliki keterbatasan, di antaranya tidak dapat membedakan antara bakteri hidup dan mati, sehingga interpretasi hasil tetap perlu dikaitkan dengan metode lain seperti kultur. Pengembangan metode ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas laboratorium, khususnya dalam pengujian lingkungan yang mengacu pada standar SNI ISO/IEC 17025. Dengan adanya kombinasi metode cepat berbasis kultur enzimatis dan molekuler, diharapkan deteksi Legionella dapat dilakukan secara lebih komprehensif, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan surveilans lingkungan.

Ke depan, Balai Labkemas Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan metode pemeriksaan berbasis teknologi guna mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan serta meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat. *ph