Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Percayakan Praktik Lapangan Mahasiswanya kepada Balai Labkesmas Batam



Batam, 3 Februari 2026 Ilmu kesehatan masyarakat tidak cukup dipelajari hanya dari ruang kuliah. Ada dimensi yang hanya bisa dipahami ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kondisi nyata di lapangan melihat bagaimana standar diterapkan, bagaimana alat bekerja, dan bagaimana setiap keputusan teknis berdampak pada kesehatan orang banyak. Inilah yang menjadi roh dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan kesehatan masyarakat.
Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam kembali membuka pintunya bagi dunia pendidikan. Pada 3 Februari 2026, sebanyak lima mahasiswa Program RPL S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru menjalani kegiatan praktikum di Balai Labkesmas Batam. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Umum beserta tim, yang melibatkan berbagai unsur unit kerja mulai dari Instalasi K3, Pengelolaan Limbah dan Biorepository, Instalasi Kesehatan Lingkungan dan Vektor Binatang Pembawa Penyakit, hingga Tim Kerja Program Layanan serta Tim Kerja Mutu, Kemitraan, dan Peningkatan Sumber Daya Manusia.
Sebelum kegiatan inti dimulai, para mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui sesi Safety Induction, Sosialisasi Anti Gratifikasi, serta pengenalan Profil Balai Labkesmas Batam. Pembekalan ini bukan sekadar formalitas penyambutan ia adalah pengantar penting agar mahasiswa memahami budaya kerja, standar keselamatan, dan nilai-nilai integritas yang menjadi landasan operasional sebuah laboratorium kesehatan berstandar tinggi.
Memasuki sesi praktik, mahasiswa diajak terjun langsung ke sejumlah kegiatan teknis yang menjadi inti dari kesehatan lingkungan pemantauan kualitas udara ambien, pengambilan sampel air limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta pengukuran kualitas lingkungan kerja. Setiap kegiatan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana parameter lingkungan dipantau, diukur, dan dianalisis sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara sistematis.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen pendamping, petugas laboratorium, dan para mahasiswa secara bersama-sama. Forum ini menjadi ruang refleksi yang berharga di mana pertanyaan-pertanyaan dari lapangan dijawab secara langsung oleh praktisi, dan pemahaman yang diperoleh selama praktik diperkuat melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.
Balai Labkesmas Batam memandang kemitraan dengan institusi pendidikan bukan sekadar program rutin, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi tenaga kesehatan masyarakat yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas tantangan kesehatan lingkungan yang sesungguhnya. Pintu Balai Labkesmas Batam akan terus terbuka bagi mahasiswa dan institusi pendidikan yang ingin belajar bersama demi masa depan kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik.
